Siapa Saja yang Ikut TKA? Jenjang, Kelas, dan Pendataannya
TKA menyasar siswa tingkat akhir tiap jenjang. Musim 2026 dijalankan untuk SMA/SMK, sementara SD dan SMP diperkirakan menyusul pada 2027. Pendataan pesertanya dilakukan sekolah.
"Anak saya kelas 8, apakah tahun ini ikut TKA?" Pertanyaan seperti ini muncul hampir setiap hari di kolom komentar, dan jawabannya untuk musim 2026 pendek saja: belum.
Musim yang sedang berjalan hanya menyentuh jenjang SMA/SMK. SD dan SMP baru kebagian pada musim berikutnya, dan tanggal resminya belum diumumkan — rentang tiap tahap yang sudah pasti ada di jadwal TKA.
Sasarannya siswa tingkat akhir
Rancangan TKA menempatkan tes ini di ujung sebuah jenjang, ketika seluruh materi sudah selesai dipelajari. Untuk SMA/SMK berarti siswa kelas 12; untuk SMP kelas 9; untuk SD kelas 6. Logikanya masuk akal: mengukur penguasaan mata pelajaran sebelum materinya tuntas hanya menghasilkan angka yang tidak berarti apa-apa.
Karena penempatan waktunya di kelas akhir, siswa kelas 10 dan 11 tidak ikut pada musim yang sama. Bukan berarti mereka tidak berkepentingan — merekalah peserta musim berikutnya, dan bagian materi yang diuji sebagian besar sudah dipelajari di kelas 10 dan 11.
Rincian kelas mana yang diikutkan pada tiap musim ditetapkan lewat petunjuk teknis, dan dokumennya berbeda antara jenjang menengah atas dan jenjang di bawahnya. Kalau versi yang beredar di grup berbeda dengan pengumuman sekolah, yang mengikat adalah pengumuman sekolah.
Pendaftaran diurus sekolah, bukan orang tua
Bagian ini sering disalahpahami sampai memicu kepanikan tidak perlu. Pendataan peserta TKA berjalan lewat satuan pendidikan, memakai data siswa yang sudah ada di sistem sekolah. Tidak ada loket pendaftaran mandiri, tidak ada calo, dan tidak ada tautan pendaftaran pribadi yang dikirim lewat pesan singkat.
Kalau kamu menerima pesan berisi tautan yang meminta unggah kartu keluarga atau nomor rekening untuk "mengamankan slot TKA", itu penipuan. Tidak ada slot yang perlu diamankan.
Yang justru perlu diperiksa adalah hal membosankan: apakah nama di data sekolah sudah sama persis dengan akta kelahiran, apakah NISN sudah benar, dan apakah nomor ponsel wali yang terdaftar masih aktif. Kesalahan satu huruf pada nama bisa merepotkan saat hasil dicetak.
Siswa jalur kesetaraan dan sekolah di luar negeri
Untuk peserta didik Paket A, Paket B, dan Paket C, pendataan biasanya berjalan lewat PKBM atau SKB tempat mereka terdaftar, mengikuti pola yang sama dengan sekolah formal. Rincian teknisnya diumumkan lewat lembaga penyelenggara masing-masing. Kalau sampai mendekati batas akhir pendaftaran belum ada kabar, datangi PKBM-nya langsung dan tanyakan siapa penanggung jawab pendataan — jangan menunggu diberi tahu.
Untuk siswa Indonesia yang bersekolah di luar negeri, atau siswa sekolah dengan kurikulum internasional, ketentuannya belum tentu sama dan sebagian belum diumumkan. Menuliskan tebakan di sini justru berbahaya, jadi tanyakan ke sekolah yang bersangkutan.
Bagaimana dengan siswa SMK
SMK termasuk dalam jenjang yang diatur Perkaban BSKAP 045/H/AN/2025 bersama SMA. Untuk mata pelajaran pilihan, daftar 19 mapel yang beredar luas adalah daftar non-vokasi — Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Sosiologi, Geografi, Sejarah, Antropologi, Pendidikan Pancasila, tiga mapel tingkat lanjut, enam bahasa asing, serta Projek Kreatif dan Kewirausahaan. Bagaimana perlakuan untuk mata pelajaran kejuruan, tanyakan ke ketua program keahlianmu, karena penerapannya bisa berbeda antar bidang keahlian.
Memilih dua mata pelajaran, bagian yang paling menentukan
Untuk peserta SMA/SMK, keputusan yang paling berdampak bukan ikut atau tidak, melainkan memilih dua mata pelajaran pilihan. Godaannya besar untuk mengambil yang terdengar bergengsi, atau sekadar menyamakan dengan teman sebangku.
Tiga pertimbangan yang lebih masuk akal. Pilih mata pelajaran yang memang kamu pelajari rutin di sekolah, karena penguasaan butuh jam terbang dan tidak bisa dikejar dalam sebulan. Pilih yang nilainya stabil di rapor, bukan yang sesekali bagus. Pilih yang berhubungan dengan arah yang ingin kamu tuju setelah lulus, kalau arah itu sudah jelas.
Ketika ketiganya bertabrakan, dahulukan yang pertama. Nilai yang mencerminkan kemampuan sebenarnya lebih berguna daripada angka rendah di mata pelajaran yang terdengar hebat.
Siswa pindahan dan yang mengulang
Kelompok ini paling rentan datanya tercecer. Siswa yang pindah sekolah di tengah tahun ajaran, yang sempat berhenti lalu kembali, atau yang mengulang tingkat perlu memastikan sendiri statusnya tercatat di sekolah yang sekarang. Jangan berasumsi data lama otomatis ikut pindah.
Satu kunjungan ke ruang tata usaha biasanya cukup. Minta konfirmasi bahwa namamu ada di daftar peserta, lalu simpan bukti percakapannya.
Yang bisa dilakukan kalau jenjangmu belum kebagian
Siswa SMP kelas 8 dan SD kelas 5 berada di posisi yang sebenarnya menguntungkan. Waktunya panjang, dan tekanan belum ada.
Untuk Ayah dan Bunda yang anaknya masih di SD, dua kebiasaan kecil lebih berguna daripada les tambahan yang dipaksakan. Pertama, membaca teks yang agak panjang setiap hari — bacaan apa pun, asal bukan potongan pendek. Kemampuan bertahan membaca satu halaman penuh tanpa kehilangan fokus adalah setengah dari kemampuan mengerjakan soal literasi. Kedua, membiasakan anak menuliskan langkah pengerjaan soal hitungan, bukan hanya hasil akhirnya. Soal TKA banyak yang tidak selesai dalam satu langkah.
Untuk siswa SMP, tambahan satu lagi: biasakan mengerjakan di layar. Menggeser soal dengan mouse, membaca teks bacaan di panel sebelah kiri sambil menjawab di kanan, dan mengelola waktu tanpa jam dinding adalah keterampilan tersendiri.
Halaman hub per jenjang di tka.id/smp memuat susunan mapel dan bentuk soal yang dipakai, dan bisa dipakai untuk mengecek apakah anggapanmu tentang isi TKA sudah benar sebelum menyusun rencana belajar.