Ttka.id
← Semua artikel

Jadwal Belajar 8 Minggu Menjelang TKA SMP

Administrator · 16 Agustus 2026

Rencana belajar delapan minggu untuk menghadapi TKA SMP, dengan pembagian materi per pekan, jadwal harian 45 menit, dan simulasi berkala untuk mengukur kemajuan.

PekanFokus utamaSimulasi
1Bilangan dan aritmetika sosialPaket penuh (posisi awal)
2Aljabar dasar dan persamaan linear-
3SPLDV, fungsi, dan garis lurusSetengah paket Matematika
4Geometri bidang dan Pythagoras-
5Bangun ruang dan kesebangunanPaket penuh
6Data dan Peluang-
7Literasi teks informasi dan teks fiksiPaket penuh
8Perbaikan kesalahan dan simulasi terakhirPaket penuh

Tabel di atas bukan aturan baku, melainkan kerangka yang sudah memperhitungkan satu hal penting: kamu masih punya sekolah, tugas, dan mungkin urusan lain di kelas 9. Alokasinya 45 menit sehari, lima hari seminggu, ditambah satu sesi lebih panjang di akhir pekan untuk simulasi.

Kalau kamu punya lebih banyak waktu, jangan menambah durasi harian sampai tiga jam. Tambah harinya, atau tambah kualitas pembahasannya.

Pekan 1: tahu posisi dulu

Hari pertama, kerjakan satu paket latihan penuh tanpa persiapan apa pun. Terasa aneh, tapi inilah bagian terpenting dari seluruh rencana. Yang dicari bukan nilai bagus, melainkan angka jujur.

Setelah selesai, lihat rapor per elemen. Kamu akan melihat empat angka, satu untuk setiap elemen Matematika, dan angka-angka itulah yang menentukan pekan mana yang perlu digarap dua kali lipat lebih keras.

Sisa pekan pertama dipakai untuk Bilangan: operasi pecahan, persen, perbandingan senilai dan berbalik nilai, bilangan berpangkat, serta soal diskon bertingkat dan bunga tabungan. Elemen ini diletakkan di awal karena menopang hampir semua elemen lain.

Pekan 2 dan 3: aljabar

Pekan kedua untuk operasi bentuk aljabar, pemfaktoran, dan persamaan serta pertidaksamaan linear satu variabel. Latih terutama soal cerita dengan pola tarif dasar ditambah tarif per satuan, karena bentuk itu paling sering muncul.

Pekan ketiga naik ke sistem persamaan dua variabel, relasi dan fungsi, gradien, dan pola bilangan. Di akhir pekan ketiga, kerjakan setengah paket Matematika saja: 15 soal dengan waktu 35 menit, sedikit lebih ketat daripada tempo aslinya supaya kamu terbiasa bergerak. Simulasi pendek berguna untuk mengecek apakah dua pekan terakhir membuahkan hasil, tanpa menghabiskan seluruh Sabtu.

Pekan 4 dan 5: geometri

Pekan keempat untuk geometri bidang: garis dan sudut, segitiga, segi empat, teorema Pythagoras, dan lingkaran. Perbanyak soal yang menyertakan gambar, karena membaca gambar adalah keterampilan tersendiri.

Pekan kelima untuk bangun ruang sisi datar, bangun ruang sisi lengkung, kesebangunan, dan kekongruenan. Beri perhatian khusus pada konversi satuan volume, karena di situlah nilai paling sering hilang. Satu meter kubik sama dengan 1.000 liter, dan angka itu perlu otomatis di kepalamu.

Akhir pekan kelima, kerjakan paket penuh kedua. Bandingkan rapor per elemennya dengan hasil pekan pertama.

Pekan 6: data dan peluang

Elemen ini cakupannya paling sempit, jadi satu pekan cukup asal digarap serius. Rata-rata, median, modus, jangkauan, membaca diagram batang, garis, dan lingkaran, peluang teoretis, serta frekuensi harapan.

Kalau harus memilih satu kebiasaan untuk pekan ini, pilih membaca diagram sampai tuntas: periksa judul, satuan, dan skalanya sebelum menyentuh angka mana pun. Jebakan lain di elemen ini dirinci di statistika dan peluang SMP.

Pekan 7: bahasa indonesia

Sengaja diletakkan agak belakang, bukan karena kurang penting, melainkan karena kemampuan literasi lebih tahan lama dibanding hafalan rumus. Yang dilatih sejak pekan pertama pun tidak akan hilang di pekan kedelapan.

Isi pekan ini dengan dua jenis latihan. Pertama, mengerjakan soal berbasis bacaan panjang dengan waktu dihitung. Kedua, kebiasaan lima menit: baca satu artikel, tutup, lalu rangkum isinya dalam satu kalimat tanpa membuka teksnya lagi.

Perhatikan khusus soal bertipe penilaian, misalnya apakah alasan penulis cukup kuat atau apakah judul sesuai isi. Bagian itu yang paling jarang dilatih di sekolah dan paling sering menurunkan nilai.

Pekan 8: memperbaiki, bukan menambah

Pekan terakhir bukan waktunya mempelajari materi baru. Buka buku catatan kesalahanmu, kerjakan ulang soal-soal yang pernah salah, dan pastikan kamu bisa mengerjakannya sendiri tanpa melihat langkah.

Kerjakan satu paket penuh terakhir paling lambat tiga hari sebelum hari pelaksanaan, dalam kondisi semirip mungkin: jam yang sama, duduk di meja, tanpa ponsel, tanpa catatan. Sisa hari dipakai untuk istirahat, memastikan kartu peserta dan perlengkapan siap, dan tidur cukup.

Belajar semalam suntuk sebelum hari H merusak lebih banyak daripada yang ditambahnya. Ketelitian adalah hal pertama yang hilang saat kurang tidur, dan sebagian besar nilai yang hilang di TKA memang berasal dari ketidaktelitian.

Cara memakai jadwal ini kalau waktumu berbeda

Punya empat pekan saja? Gabungkan pekan 1 dan 2 menjadi satu, pekan 4 dan 5 menjadi satu, lalu pertahankan pekan literasi dan pekan perbaikan seperti apa adanya. Yang tidak boleh dipangkas adalah simulasi awal dan pekan terakhir.

Punya enam belas pekan? Jangan menggandakan durasi harian. Ulangi siklus delapan pekan ini dua kali, dengan tingkat kesulitan soal yang dinaikkan pada putaran kedua. Untuk paket latihannya, kamu bisa memakai tryout SMP yang bisa dikerjakan berulang.

Artikel lainnya