Ttka.id
← Semua artikel

Apakah Ikut TKA Dipungut Biaya?

Administrator · 16 Agustus 2026

Tidak ada ketentuan biaya pendaftaran TKA yang dibebankan ke siswa. Kalau muncul tarikan atas nama TKA, mintalah rincian dan dasarnya, dan waspadai penipuan yang meminta transfer untuk mengamankan slot.

Menjelang setiap musim ujian nasional dulu, selalu ada saja tarikan yang muncul dengan berbagai nama. Kekhawatiran bahwa hal serupa terulang pada TKA sangat masuk akal, jadi pertanyaan ini pantas dijawab lurus.

Sampai naskah ini disusun, tidak ada ketentuan yang menetapkan biaya pendaftaran TKA yang dibebankan kepada peserta. TKA diselenggarakan sebagai program pemerintah, dan nomor aturan yang memayunginya bisa dicek di halaman aturan TKA. Pendataan pesertanya berjalan lewat satuan pendidikan memakai data siswa yang sudah ada, bukan lewat loket pendaftaran berbayar.

Kalau tetap ada tarikan di sekolah

Bukan berarti tidak akan ada permintaan uang sama sekali. Sekolah kadang memungut untuk hal-hal yang menempel di sekitar pelaksanaan: penggandaan kartu peserta, konsumsi pengawas, atau tambahan jam belajar persiapan. Sebagian punya alasan, sebagian tidak.

Cara menyikapinya bukan dengan langsung menuduh, dan bukan pula dengan diam saja membayar. Ajukan tiga pertanyaan sederhana, sebaiknya tertulis lewat komite atau grup resmi kelas supaya jawabannya juga tertulis.

Untuk apa persisnya uang ini dipakai, dengan rincian per pos. Apa dasar keputusannya, hasil rapat komite atau kebijakan sekolah. Apakah bersifat sukarela atau mengikat, dan apa yang terjadi kalau sebuah keluarga tidak sanggup.

Sekolah yang tertib administrasi akan menjawab ketiganya tanpa tersinggung. Kesulitan menjawab justru pertanda yang perlu ditindaklanjuti, dan jalurnya lewat komite sekolah lebih dulu, baru dinas pendidikan setempat kalau tidak selesai.

Apa pun yang dipungut, namanya bukan "biaya pendaftaran TKA", karena pos semacam itu tidak ada.

Penipuan yang perlu diwaspadai

Pola yang hampir pasti muncul: pesan singkat atau pesan lewat aplikasi obrolan yang mengaku dari panitia, meminta transfer sejumlah uang untuk "mengamankan slot", "aktivasi akun peserta", atau "biaya sertifikat". Kadang disertai tautan yang tampilannya mirip laman resmi dan meminta unggah kartu keluarga.

Tidak ada slot yang perlu diamankan. Pendataan dilakukan sekolah, bukan oleh peserta secara mandiri, dan tidak ada tahap pembayaran di dalamnya.

Beberapa tanda yang cukup untuk langsung menutup pesan semacam itu. Nomor rekening atas nama pribadi, bukan lembaga. Tenggat yang mendesak dalam hitungan jam. Permintaan mengirim kode verifikasi yang masuk ke ponsel. Alamat laman yang mirip tapi tidak sama dengan alamat resmi. Dan yang paling sering terlewat: pesan itu datang lebih dulu ke orang tua, bukan lewat wali kelas. Informasi resmi selalu lewat sekolah.

Kalau sudah terlanjur mengirim uang, laporkan ke bank dan ke kepolisian secepatnya, lalu beri tahu sekolah supaya keluarga lain tidak ikut kena.

Membedakan tes resmi dan latihan berbayar

Ini sumber kebingungan yang lain. Bimbingan belajar, lembaga tryout, dan penerbit buku menawarkan produk persiapan TKA, dan sebagian besar berbayar. Itu sah — yang dijual adalah jasa latihan, bukan tiket masuk ke tes resminya.

Batasnya lewat ketika sebuah lembaga memberi kesan bahwa membeli produknya diperlukan untuk bisa ikut TKA, atau menjanjikan bocoran soal. Menjanjikan bocoran hampir selalu berarti dua hal sekaligus: penipuan, atau pelanggaran yang bisa merugikan siswanya sendiri.

Kalau ingin berlatih tanpa biaya, tka.id menyediakan tryout gratis dengan susunan mapel mengikuti struktur TKA tiap jenjang, lengkap dengan skor per mata pelajaran 0 sampai 100 dan rapor per elemen materi. Rapor serinci itu bikinan tka.id sendiri dan sifatnya latihan, bukan penilaian resmi pemerintah, jadi hasilnya berguna untuk mengarahkan belajar dan bukan untuk diklaim sebagai nilai TKA.

Kalau sekolah menyarankan bimbel tertentu

Kadang muncul situasi yang tidak enak: guru atau pihak sekolah menyarankan lembaga bimbingan belajar tertentu, kadang dengan pendaftaran yang dikoordinasi langsung di sekolah. Selama sifatnya sukarela dan tidak ada konsekuensi bagi yang tidak ikut, hal itu masih wajar.

Yang tidak wajar adalah kalau keikutsertaan dikaitkan dengan nilai, dengan izin mengikuti kegiatan sekolah, atau dengan perlakuan berbeda di kelas. Begitu tanda-tanda itu muncul, angkat lewat komite sekolah. Menyampaikannya sebagai keresahan bersama biasanya lebih efektif daripada satu orang tua yang protes sendirian.

Melapor ke mana

Untuk dugaan pungutan yang tidak berdasar, jalurnya berurutan: komite sekolah, kepala sekolah, lalu dinas pendidikan kabupaten atau kota. Untuk SMA dan SMK yang kewenangannya ada di provinsi, dinas pendidikan provinsi. Bawa catatan yang rapi — tanggal, jumlah, siapa yang meminta, dan lewat kanal apa disampaikannya. Laporan dengan bukti selalu ditindaklanjuti lebih cepat daripada keluhan umum.

Untuk penipuan yang melibatkan transfer uang, laporkan ke bank tempat rekening tujuan berada dan ke kepolisian. Beri tahu juga sekolah supaya peringatan bisa disebar ke keluarga lain sebelum ada korban berikutnya.

Biaya yang benar-benar perlu disiapkan

Meski pendaftarannya tidak berbiaya, ada pengeluaran kecil yang nyata dan sering luput dihitung. Ongkos transportasi kalau sesi ujian jatuh pada hari yang bukan hari sekolah biasa. Kuota internet kalau siswa berlatih di rumah. Alat tulis pengganti yang layak. Untuk keluarga yang anaknya bersekolah jauh, biaya makan siang di hari pelaksanaan.

Jumlahnya kecil per hari, tetapi ujian utama SMA/SMK dibagi ke dalam empat hari pelaksanaan di akhir Oktober sampai awal November, jadi lebih enak dihitung sejak awal daripada mendadak — tanggal persisnya ada di jadwal TKA. Untuk SD dan SMP yang musimnya belum ditetapkan, waktunya masih panjang.

Kalau minggu ini ada amplop beredar di grup kelas atas nama TKA, minta rinciannya sebelum ada yang telanjur mentransfer. Pertanyaan pertama yang diajukan terbuka biasanya menghentikan sisanya.

Artikel lainnya