Yang Boleh dan Tidak Boleh Dibawa Saat TKA
Kartu peserta, identitas, dan alat tulis dibawa; ponsel, jam tangan pintar, catatan, dan alat komunikasi ditinggal. Tata tertib resmi dari pengawas tetap yang mengikat.
| Bawa | Tinggalkan |
|---|---|
| Kartu peserta atau kartu pelajar | Ponsel dan alat komunikasi lain |
| Identitas lain sesuai permintaan sekolah | Jam tangan pintar dan earphone nirkabel |
| Pensil, pulpen, penghapus, penggaris | Catatan, buku, kamus, contekan dalam bentuk apa pun |
| Obat pribadi bila memang rutin diminum | Tas dan dompet, biasanya dititipkan di luar ruang |
| Kacamata bila memakainya | Kalkulator dan alat hitung, kecuali diizinkan tertulis |
Tabel di atas berlaku umum untuk ujian berbasis komputer. Yang mengikat untuk sesimu tetap tata tertib yang dibagikan sekolah dan dibacakan pengawas sebelum ujian dimulai. Kalau ada yang berbeda antara keduanya, ikuti tata tertib resminya, bukan yang beredar di grup.
Alat tulis tetap perlu meski ujiannya di komputer
Banyak yang mengira alat tulis tidak dibutuhkan lagi karena semua dikerjakan di layar. Salah besar. Soal Matematika yang butuh dua sampai tiga langkah hampir mustahil dikerjakan sepenuhnya di kepala, dan mencoret-coret adalah cara paling cepat menghindari salah hitung.
Sebagian penyelenggara menyediakan kertas buram yang dibagikan dan ditarik kembali setelah sesi selesai. Sebagian lain tidak. Tanyakan sebelum hari-H supaya tidak kaget, dan jangan sekali-kali membawa kertas sendiri kecuali memang diizinkan — kertas dari luar mudah dicurigai sebagai catatan.
Ponsel adalah masalah terbesar
Aturannya sederhana: tinggalkan. Kesulitannya ada di pelaksanaan, karena banyak siswa terbiasa membawa ponsel ke mana pun.
Beberapa hal yang sering jadi masalah. Ponsel di saku jaket yang lupa dikeluarkan saat jaketnya dilepas dan disampirkan. Ponsel dalam mode senyap yang tiba-tiba bergetar keras di dalam tas dekat kursi. Jam tangan pintar yang dianggap bukan ponsel padahal bisa menerima pesan.
Cara paling aman adalah tidak membawanya sama sekali ke ruang ujian, bahkan tidak ke koridor depan pintu. Titipkan sesuai prosedur sekolah. Kalau orang tua perlu menjemput, sepakati titik dan jam temu sebelum berangkat, jadi tidak ada alasan harus memegang ponsel sampai menit terakhir.
Konsekuensi kedapatan membawa alat komunikasi bisa sampai pembatalan hasil, dan itu kerugian yang tidak sebanding dengan alasan apa pun.
Barang yang sering diperdebatkan
Kalkulator. Jangan dibawa kecuali ada izin tertulis dalam tata tertib. Soal TKA dirancang bisa diselesaikan tanpa alat hitung; kalau sebuah soal terasa butuh kalkulator, biasanya ada jalan yang lebih pendek yang belum terlihat.
Botol minum. Umumnya boleh, tetapi banyak laboratorium komputer melarang cairan di dekat perangkat. Bawa botol yang tutupnya rapat, letakkan di lantai, bukan di meja.
Jaket. Boleh, dan sering perlu karena ruang berpendingin bisa terasa sangat dingin kalau duduk diam sepanjang sesi. Pastikan kantongnya kosong sebelum masuk.
Obat. Kalau kamu rutin minum obat atau punya kondisi tertentu, beri tahu pengawas sebelum sesi dimulai, jangan mengeluarkannya diam-diam di tengah ujian. Sebaiknya sekolah sudah tahu sejak jauh hari.
Yang lebih menentukan daripada isi tas
Pengalaman menunjukkan bahwa yang paling sering merusak hasil bukan barang yang tertinggal, melainkan tiga hal lain.
Datang mepet. Sesi ujian berbasis komputer punya jadwal login yang ketat, dan terlambat sedikit bisa berarti kehilangan waktu pengerjaan yang tidak diganti. Datang 30 menit lebih awal memberi ruang kalau ada masalah akun atau ruangan yang berpindah.
Tidak sarapan. Satu sesi mata pelajaran menuntut konsentrasi penuh dari awal sampai akhir, dan durasi persisnya baru bisa dipastikan lewat tata tertib yang dibagikan sekolah. Perut kosong menurunkan ketelitian jauh lebih cepat daripada yang disadari.
Melewatkan gladi bersih. Di sesi itulah hal-hal kecil ketahuan: kursi yang terlalu rendah untuk meja komputer, nomor perangkat yang tidak sesuai daftar, atau ruangan yang ternyata dipindah ke gedung sebelah. Semua itu masih bisa dibereskan selama ditemukan sebelum hari pelaksanaan. Datanglah sampai sesi ditutup, bukan sekadar memastikan akun bisa masuk. Tanggal gladi bersihnya diumumkan sekolah, dan rangkuman tahapan musim ini ada di jadwal TKA.
Kalau ada masalah di tengah sesi
Komputer yang tiba-tiba mati, layar yang membeku, atau soal yang tidak mau berpindah adalah hal yang bisa terjadi dan sudah diantisipasi penyelenggara. Kekeliruannya justru kalau ditangani sendiri.
Angkat tangan dan panggil pengawas. Jangan mencabut kabel, jangan menekan tombol daya, dan jangan berpindah ke komputer lain atas inisiatif sendiri. Sistem ujian berbasis komputer umumnya menyimpan jawaban secara berkala sehingga pekerjaanmu tidak otomatis hilang, tetapi tindakan sendiri justru bisa mempersulit pemulihannya.
Hal yang sama berlaku untuk gangguan lain: ingin ke kamar kecil, merasa pusing, atau menemukan soal yang tampilannya rusak. Semuanya disampaikan ke pengawas, bukan ke teman di sebelah. Berbicara dengan peserta lain di tengah sesi bisa dianggap pelanggaran meski niatnya menanyakan hal teknis.
Setelah sesi selesai
Jangan buru-buru membahas jawaban di koridor, apalagi kalau masih ada sesi lain pada hari yang sama atau hari berikutnya. Membandingkan jawaban setelah tidak bisa diubah hanya menghasilkan penyesalan yang mengganggu sesi berikutnya.
Ambil barang titipan, periksa tidak ada yang tertinggal, dan simpan kartu peserta sampai seluruh rangkaian selesai. Untuk SMA/SMK yang ujian utamanya dibagi ke dalam empat hari pelaksanaan, kartu itu masih dibutuhkan pada hari-hari sesudahnya.
Malam sebelumnya
Siapkan semua di satu tempat sebelum tidur: kartu peserta, alat tulis dalam wadah bening, dan pakaian sesuai ketentuan sekolah. Isi daya perangkat yang perlu, lalu letakkan ponsel jauh dari tempat tidur. Begadang untuk mengulang materi pada malam terakhir hampir selalu merugikan; yang hilang dari kurang tidur lebih besar daripada yang didapat dari satu bab tambahan.
Kalau tata tertib sesimu belum kamu terima juga sampai sepekan sebelum pelaksanaan, tanyakan langsung ke wali kelas. Dokumen itu memuat hal-hal spesifik yang tidak bisa digeneralisasi — jam login, ketentuan pakaian, prosedur bila listrik padam — dan membacanya sekali lebih menenangkan daripada bertanya-tanya di grup semalaman.