Ttka.id
← Semua artikel

TKA SD untuk Kelas Berapa? Ini Jawaban untuk Ayah dan Bunda

Administrator · 16 Agustus 2026

TKA SD ditujukan untuk murid kelas 6 karena mengukur hasil belajar satu jenjang penuh. Kelas 4 dan 5 belum menjadi peserta, tetapi sudah bisa mulai berlatih.

TKA SD hanya untuk murid kelas 6.

Tes ini ditempatkan di ujung jenjang, jadi yang menghadapinya adalah anak-anak yang tahun itu akan lulus dan melanjutkan ke SMP. Kelas 4 dan kelas 5 belum menjadi peserta, termasuk anak kelas 4 yang orang tuanya ikut cemas begitu jadwal TKA SMA diumumkan.

Jawaban sependek itu selalu menyisakan hal lain yang perlu dijelaskan. Ada empat yang paling sering ditanyakan.

Kenapa harus kelas 6

Yang ditakar adalah hasil belajar sepanjang enam tahun. Capaian satu semester saja tidak cukup untuk menggambarkannya. Materi Matematika yang bisa muncul berasal dari kelas 4 (bilangan cacah besar, KPK dan FPB), kelas 5 (pecahan, perbandingan, volume bangun ruang), sampai kelas 6 (bilangan bulat negatif, lingkaran, penyajian dan pengolahan data). Anak kelas 4 belum menempuh dua pertiga materi itu. Memintanya ikut sama saja dengan meminta seorang pelari menyelesaikan lomba yang separuh jalurnya belum dibuka.

Hal serupa berlaku pada Bahasa Indonesia. Lancar membaca saja belum cukup. Anak diminta menemukan informasi di dalam teks, menarik simpulan dari hal yang tidak tertulis, lalu menilai isinya. Kemampuan itu tumbuh pelan-pelan sepanjang kelas 4 hingga 6, biasanya bersama kebiasaan membaca di rumah.

Kelas 4 dan 5 bukan peserta, tapi bukan berarti menunggu

Latihan yang benar-benar berpengaruh justru dimulai jauh sebelum tesnya. Anak kelas 4 yang terbiasa membaca teks 200 sampai 300 kata lalu menjawab tiga pertanyaan tentang bacaan itu akan jauh lebih siap dua tahun kemudian dibanding anak yang baru mulai berlatih pada bulan terakhir. Yang tumbuh di situ daya tahan membaca dan ketelitian, dua hal yang tidak bisa dikejar dengan trik.

Karena itu tka.id membuka akun untuk kelas 4, 5, dan 6. Kelas 4 dan 5 diarahkan ke latihan per topik serta bacaan pendek, sedangkan kelas 6 mendapat tryout penuh dua hari yang menyerupai bentuk tes sesungguhnya. Ayah dan Bunda bisa melihat pembagiannya di halaman jenjang SD.

Bagaimana kalau usia anak berbeda dari teman sekelasnya

Ada anak yang masuk SD pada usia enam tahun kurang, ada yang tujuh setengah. Patokannya tetap kelas, bukan umur. Murid kelas 6 berusia 10 tahun dan murid kelas 6 berusia 13 tahun menghadapi tes yang sama, dengan waktu yang sama. Ketimbang mencemaskan selisih usia, lebih berguna memastikan anak sudah terbiasa mengerjakan soal di layar komputer atau tablet, karena TKA dijalankan berbasis komputer.

Bagian terakhir itu tidak sepele. Anak yang setiap hari memegang ponsel belum tentu terbiasa dengan tetikus, papan ketik, dan tampilan soal yang harus digulir. Menggeser layar untuk membaca sisa teks, mengetik angka desimal dengan tanda koma, menandai soal untuk ditinjau ulang — semuanya keterampilan kecil yang perlu dicoba minimal sekali sebelum hari tes. Kalau di rumah tidak ada komputer, tanyakan ke sekolah kapan laboratorium komputer bisa dipakai murid kelas 6 di luar jam pelajaran.

Yang sudah pasti dan yang belum

Dasar hukumnya sudah ada: Kepmendikdasmen 95/M/2025, dengan aturan teknis jenjang SD dan SMP pada Perkaban BSKAP 047/H/AN/2025. Yang sudah punya tanggal pasti baru musim SMA 2026 — pendaftaran 27 Juli sampai 27 September 2026, gladi bersih 5 sampai 18 Oktober, dan ujian utama 26 Oktober sampai 8 November 2026. Giliran SD dan SMP diperkirakan datang pada rentang Maret sampai April 2027. Statusnya masih perkiraan, belum tanggal resmi.

Beberapa hal masih belum diumumkan: apakah seluruh murid kelas 6 mengikuti atau sifatnya pilihan, apakah pendaftaran dilakukan sekolah atau mandiri, dan berapa hari pelaksanaannya. Kalau Ayah dan Bunda menemukan kanal yang menyebut angka pasti untuk SD, tanyakan sumbernya sebelum ikut menyebarkan.

Satu pertanyaan turunan yang juga sering muncul: bagaimana dengan anak yang pernah tinggal kelas, atau anak yang mengikuti pendidikan kesetaraan? Untuk kasus seperti itu, keputusannya ada di sekolah dan dinas pendidikan setempat, dan wali kelas adalah orang pertama yang perlu ditanya. Jangan menyimpulkannya sendiri dari cerita orang tua lain, karena penanganan tiap daerah bisa berbeda.

Kalau anak sudah kelas 6 sekarang

Mulailah dari mengukur, bukan dari menambah les. Satu tryout utuh akan memberi gambaran jauh lebih jujur daripada tebakan orang tua. Setelah itu baru pilih dua atau tiga topik terlemah untuk dikerjakan selama sebulan. Di tka.id, hasil tryout dipecah per elemen — misalnya Bilangan, Geometri dan Pengukuran, serta Data untuk Matematika — sehingga terlihat bagian mana yang benar-benar bocor, bukan sekadar "Matematikanya kurang".

Anak kelas 6 juga sedang menghadapi banyak hal lain pada saat bersamaan: ujian sekolah, perpisahan, dan pendaftaran SMP. Menaruh TKA sebagai satu-satunya sumber tekanan jarang berakhir baik. Dua sesi latihan 30 menit dalam seminggu, dikerjakan dengan tenang, biasanya lebih awet dibanding maraton tiga jam pada akhir pekan.

Kalau di rumah ada adik yang masih kelas 4 atau 5, ajak ia ikut duduk pada sesi yang sama dengan bahan yang lebih ringan. Bukan untuk mengejar apa pun, melainkan supaya jam belajar sore menjadi kebiasaan keluarga dan tidak terasa seperti hukuman yang hanya berlaku bagi si kakak. Anak yang melihat belajar sebagai kegiatan biasa cenderung lebih tenang ketika gilirannya tiba dua tahun kemudian.

Ada juga urusan administratif yang mudah terlewat. Nama anak di rapor, di akta kelahiran, dan di data sekolah sebaiknya tertulis persis sama, termasuk urutan dan ejaannya. Perbedaan satu huruf bisa merepotkan ketika data peserta tes berbasis komputer dicocokkan, dan mengurusnya sekarang jauh lebih mudah daripada seminggu sebelum ujian.

Artikel lainnya