Spesifikasi Komputer dan HP untuk Mengerjakan TKA
Patokan praktis perangkat untuk mengerjakan tryout TKA di peramban: RAM, ukuran layar, versi peramban, dan kecepatan koneksi. Spesifikasi resmi untuk ujian di sekolah ditetapkan panitia sekolah.
| Bagian | Cukup | Nyaman |
|---|---|---|
| Prosesor | dua inti, keluaran 2015 ke atas | empat inti, keluaran 2019 ke atas |
| RAM | 4 GB | 8 GB |
| Ruang kosong penyimpanan | 2 GB | 5 GB |
| Layar | 1366 x 768 piksel, 11 inci | 1920 x 1080 piksel, 14 inci |
| Peramban | Chrome, Edge, atau Firefox versi dua tahun terakhir | versi terbaru |
| Koneksi | 1 Mbps stabil | 5 Mbps stabil |
| Daya | baterai tahan dua jam atau colokan terdekat | colokan ditambah UPS |
| Tambahan | tetikus eksternal, kertas buram | kursi dan meja setinggi normal |
Angka di atas patokan untuk mengerjakan tryout tka.id lewat peramban. Untuk ujian yang diselenggarakan di sekolah, perangkatnya disediakan sekolah dan spesifikasi yang berlaku ditetapkan panitia lalu diumumkan lewat sekolah masing-masing.
Yang paling menentukan bukan prosesornya
Ujian berbasis teks tidak menuntut tenaga komputasi besar. Komputer keluaran 2016 dengan RAM 4 GB sanggup mengerjakannya sepanjang perambannya diperbarui dan tidak ada dua puluh tab lain yang menyala.
Yang jauh lebih menentukan adalah kestabilan koneksi, bukan kecepatan puncaknya. Sambungan 4G satu batang yang bertahan konsisten lebih baik daripada wifi kencang yang putus nyambung tiap dua menit. Alasannya teknis: jawaban dikirim ke server dalam rombongan kecil, dan sambungan yang berulang kali putus membuat proses membangun ulang koneksi terjadi terus-menerus.
Kabar melegakan, jawaban yang sudah kamu klik disimpan di perangkat lebih dulu lalu dikirim menyusul ketika jaringan pulih. Jadi tersendat sesaat tidak menghapus pekerjaan.
Ukuran layar berpengaruh pada cara mengerjakan
Ini bagian yang sering diabaikan padahal terasa langsung.
Banyak soal TKA bertumpu pada wacana panjang yang dipakai untuk tiga sampai lima soal sekaligus. Di layar lebar, teksnya tampil di panel kiri yang bisa digulir sendiri sementara soal tetap terlihat di kanan. Kamu bisa menyorot kalimat di teks sambil membaca pertanyaannya.
Di layar sempit, tata letak dua panel itu berubah menjadi blok teks yang bisa dilipat di atas soal. Tetap bisa dikerjakan, tetapi kamu menggulir lebih banyak dan lebih mudah kehilangan tempat bacaan. Selisih waktunya kecil per soal, tapi terkumpul menjadi menit di akhir sesi.
Bentuk tabel kategori, yang berisi deretan pernyataan dengan pilihan benar atau salah per baris, juga lebih nyaman di layar lebar karena seluruh barisnya terlihat sekaligus.
Bisakah pakai HP?
Bisa, dan untuk latihan harian itu pilihan paling realistis bagi kebanyakan siswa Indonesia. Tampilannya memang disiapkan untuk layar kecil dan jaringan lemah.
Beberapa penyesuaian membantu. Putar ke posisi lanskap saat mengerjakan soal berwacana atau soal tabel. Matikan notifikasi supaya tidak ada pesan yang menutupi layar di tengah hitungan. Jangan memakai mode hemat data yang menunda pemuatan gambar, karena sebagian soal memuat grafik atau diagram yang justru menjadi kunci jawabannya.
Untuk latihan penuh menjelang hari ujian, usahakan sesekali memakai laptop atau komputer sekolah. Bukan karena ponsel tidak sanggup, tapi karena kamu sedang melatih kebiasaan tangan yang akan dipakai di ruang ujian: menggerakkan tetikus, mengeklik kotak nomor di navigator, dan mengetik jawaban isian singkat lewat papan ketik fisik.
Chromebook, tablet dengan papan ketik tempel, dan laptop lama umumnya cukup. Yang perlu diperiksa hanya perambannya masih menerima pembaruan atau tidak.
Peramban dan hal-hal yang mengganggunya
Chrome, Edge, dan Firefox versi mutakhir sama-sama bekerja baik. Yang bermasalah biasanya bukan merek perambannya, melainkan yang menempel di dalamnya.
Pemblokir iklan kadang ikut menyembunyikan elemen halaman yang bentuknya mirip iklan. Penerjemah otomatis mengubah teks soal dan bisa merusak istilah yang justru sedang diuji. Penyimpan kata sandi memunculkan jendela kecil di saat yang tidak tepat. Mode hemat data menunda pemuatan gambar. Empat hal itu penyebab paling sering dari keluhan tampilan aneh.
Matikan sementara semuanya sebelum mengerjakan. Peramban bawaan pada ponsel merek tertentu juga sebaiknya diganti dengan salah satu dari tiga peramban tadi kalau kamu pernah menemui tampilan yang berantakan.
Menyiapkan perangkat sehari sebelumnya
Tutup aplikasi lain dan sisakan satu tab. Perbarui peramban malam sebelumnya, jangan pagi hari, supaya tidak terjebak pembaruan yang berjalan lama.
Matikan pembaruan otomatis sistem untuk sementara. Komputer yang memaksa memulai ulang di menit ke-40 adalah jenis gangguan yang paling menyebalkan karena sepenuhnya bisa dicegah.
Cek daya. Kalau baterainya sudah lemah, cari tempat duduk dekat colokan. Siapkan kertas buram dan pulpen di sebelah kanan, bukan di bawah tumpukan buku.
Uji sendiri dalam sepuluh menit
Ada cara sederhana memastikan perangkatmu siap. Buka satu paket tryout, kerjakan sepuluh soal dengan pengatur waktu berjalan, dan perhatikan tiga hal.
Pertama, berapa detik tiap halaman soal termuat. Kalau lebih dari lima detik berulang kali, masalahnya di jaringan, bukan di komputer.
Kedua, apakah tulisan terbaca nyaman dari jarak dudukmu tanpa memicingkan mata. Kalau tidak, perbesar tampilan peramban ke 110 atau 125 persen dan biasakan sejak sekarang.
Ketiga, matikan jaringan selama setengah menit di tengah pengerjaan, lanjutkan dua soal, lalu nyalakan lagi. Kalau jawabanmu tetap ada setelah itu, perangkat dan perambanmu bekerja sebagaimana mestinya, dan kamu punya satu hal lebih sedikit untuk dicemaskan pada hari ujian.