Cara Menemukan Kelemahan Belajar dari Hasil Tryout TKA
Hasil tryout baru berguna kalau dibedah sampai tingkat elemen dan kompetensi, bukan berhenti di total. Empat langkah berikut mengubah satu halaman skor menjadi rencana belajar dua minggu.
Skor Matematika kamu 54. Lalu apa?
Pertanyaan itu yang menentukan apakah tryout tadi berguna atau cuma menghabiskan 75 menit. Angka 54 sendiri tidak menyuruh kamu membuka buku bab berapa. Yang menyuruh adalah bagian-bagian di bawahnya, dan bagian itu perlu dibaca dengan urutan tertentu.
Langkah 1: tutup dulu angka totalnya
Serius, tutup. Total adalah angka yang paling sering ditatap dan paling sedikit gunanya untuk memperbaiki apa pun. Total juga menipu karena dihitung dengan menjumlahkan skor semua mapel, sehingga untuk jenjang SMA angkanya sampai 500 dan untuk SD atau SMP sampai 200.
Yang dipakai untuk mendiagnosis adalah rincian di bawahnya.
Langkah 2: urutkan elemen dari yang paling rendah, ambil dua saja
Halaman hasil memecah tiap mapel menurut elemen materi. Matematika SMP terbagi jadi Bilangan, Aljabar, Geometri, serta Data dan Peluang. Bahasa Indonesia terbagi jadi Teks Informasi dan Teks Fiksi.
Urutkan persentasenya, lalu ambil dua terendah. Bukan lima, bukan semuanya. Dua.
Alasannya praktis. Rencana belajar yang menyasar enam bab sekaligus hampir selalu berakhir jadi menyentuh keenamnya sedikit-sedikit tanpa menuntaskan satu pun. Dua elemen dalam dua minggu masih bisa dikejar sampai tuntas, dan hasilnya kelihatan di tryout berikutnya.
Kalau dua elemen terendah selisihnya tipis dengan yang ketiga, pilih yang jumlah soalnya lebih banyak di paket. Elemen dengan porsi soal besar memberi imbal balik lebih cepat.
Langkah 3: cocokkan dengan kompetensi
Ini langkah yang paling sering dilewati, padahal di sinilah diagnosisnya menjadi tajam.
Selain per elemen, hasil juga dipecah per kompetensi, yaitu jenis proses berpikir yang diminta soal: dari Pemahaman Matematika dan Representasi sampai Pemecahan Masalah untuk Matematika, dan dari Pemahaman Tekstual sampai Evaluasi dan Apresiasi untuk mapel bahasa.
Sekarang lihat polanya:
Kalau Pemahaman Matematika tinggi tetapi Pemecahan Masalah rendah, kamu hafal prosedurnya tetapi tersesat begitu soal dibungkus cerita. Latihannya: kerjakan soal berkonteks panjang, dan biasakan menulis ulang soal jadi kalimat pendek sebelum menghitung.
Kalau Representasi rendah, masalahnya di membaca tabel, grafik, dan diagram. Latihannya bukan menambah rumus, melainkan memaksa diri menerjemahkan tiap grafik menjadi satu kalimat.
Kalau Pemahaman Tekstual tinggi tetapi Inferensial rendah, kamu bisa menemukan informasi yang tertulis tetapi belum terbiasa menyimpulkan yang tersirat. Latihannya: setelah membaca satu teks, tulis satu hal yang tidak disebut penulis tetapi bisa kamu tebak dari isinya.
Kalau Penalaran rendah di semua elemen sekaligus, biasanya bukan soal materi, melainkan kebiasaan mengerjakan terburu-buru.
Langkah 4: pisahkan tiga jenis kesalahan
Buka review per soal, tetapi hanya untuk dua elemen yang tadi dipilih. Untuk setiap soal yang salah, beri satu label:
Label A berarti tidak tahu materinya. Ciri khasnya: melihat pembahasan pun masih asing.
Label B berarti tahu tapi meleset. Ciri khasnya: begitu melihat pembahasan langsung merasa "ah iya", entah karena salah baca perintah, salah tanda, atau salah di langkah terakhir.
Label C berarti kehabisan waktu. Ciri khasnya: soalnya kosong atau dijawab asal, dan letaknya menumpuk di nomor-nomor akhir.
Hitung jumlah tiap label. Perbandingannya menentukan tindakan.
Kalau A mendominasi, memang perlu belajar materi baru. Kalau B mendominasi, jangan tambah materi; yang perlu dibenahi adalah ketelitian, dan caranya dengan memaksa diri membaca ulang perintah soal sebelum menandai jawaban. Kalau C mendominasi, masalahnya manajemen waktu, dan latihan materi apa pun tidak akan menolong sampai kebiasaan waktunya berubah.
Perkara waktu yang sering luput
Pada paket 30 soal berdurasi 75 menit, jatah rata-rata sekitar dua setengah menit per nomor. Yang jarang dilakukan orang: mencatat berapa nomor yang tersisa saat waktu habis.
Kalau tersisa lima nomor kosong, kamu kehilangan potensi nilai yang besar tanpa ada hubungannya dengan penguasaan materi. Aturan yang gampang dipakai: soal yang macet lebih dari empat menit ditinggalkan, ditandai, dan dikunjungi lagi kalau masih ada sisa waktu.
Untuk soal bentuk pilih beberapa jawaban, ingat bahwa opsi salah yang ikut ditandai akan memotong. Menandai semua opsi untuk berjaga-jaga justru menurunkan nilai bagian itu.
Menyusun rencana dua minggunya
Empat langkah tadi sebenarnya sudah menghasilkan empat baris rencana: dua elemen terpilih, satu kompetensi yang paling sering meleset, dan satu kebiasaan yang mau diubah, misalnya "tinggalkan soal setelah empat menit". Tempel empat baris itu di tempat yang kelihatan saat tangan mulai meraih ponsel.
Isi hari-harinya dengan porsi yang tidak seimbang: sekitar 70 persen waktu untuk dua elemen tadi, sisanya untuk menjaga mapel yang sudah kuat supaya tidak berkarat.
Setelah dua minggu, kerjakan paket berbeda, lalu bandingkan hanya empat baris tadi. Kalau dua elemen itu naik, rencananya berhasil, sekalipun totalnya belum bergerak banyak.
Bahan latihan per topik bisa dipilih di halaman materi, dan paket berikutnya ada di daftar tryout. Catat tanggalnya sekarang supaya jarak dua minggunya benar-benar terjaga.