Tiga Mata Pelajaran Wajib TKA SMA dan Apa yang Diuji di Dalamnya
Semua peserta TKA SMA mengerjakan tiga mata pelajaran wajib: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika, dengan penekanan pada literasi membaca dan numerasi.
Apa pun jurusanmu di sekolah dan ke mana pun arah kuliahmu nanti, tiga mata pelajaran ini tetap kamu kerjakan: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. Yang membedakan antarpeserta hanya dua mata pelajaran pilihan di hari keempat.
Ketiganya bukan versi ringkas dari ulangan sekolah. Penekanannya bergeser ke cara kamu memakai pengetahuan, bukan seberapa banyak yang kamu hafal.
Bahasa Indonesia, 30 soal, 75 menit
Namanya lengkapnya Bahasa Indonesia Wajib dan Literasi Membaca, dan bagian kedua itu yang menentukan bentuk soalnya. Kamu tidak akan banyak ditanya definisi majas atau nama-nama jenis paragraf. Yang muncul adalah teks, lalu pertanyaan tentang teks tersebut.
Bacaannya datang dalam dua rupa. Teks informasi, misalnya laporan, berita, ulasan data, atau penjelasan ilmiah populer. Dan teks fiksi, misalnya cuplikan cerpen, novel, atau puisi.
Pertanyaannya bergerak di tiga tingkat. Tingkat pertama meminta kamu menemukan yang tertulis: siapa melakukan apa, angka berapa yang disebut, kalimat mana yang memuat gagasan utama. Tingkat kedua meminta kamu menyimpulkan yang tidak tertulis: apa motif tokoh, apa akibat yang mungkin terjadi, mengapa penulis menyusun paragrafnya dengan urutan itu. Tingkat ketiga meminta penilaian: apakah alasan penulis kuat, apakah bukti yang dipakai memadai, apakah pilihan kata tertentu memihak.
Tingkat ketiga inilah yang paling sering meleset. Banyak siswa menjawab berdasarkan pendapat pribadi tentang isu tersebut, padahal yang diminta adalah penilaian terhadap teks yang ada di depan mata. Kalau jawabanmu masih benar meskipun teksnya diganti, kemungkinan besar kamu salah jalur.
Bahasa Inggris, 30 soal, 75 menit
Polanya mirip Bahasa Indonesia: berbasis teks, dengan lapisan pertanyaan yang sama dari menemukan informasi tersurat sampai menilai teks. Bedanya, hambatan kosakata ikut bermain.
Jenis teks yang biasa muncul dalam ujian sekolah menengah mencakup pengumuman, surat, iklan, teks prosedur, teks deskriptif, laporan, dan narasi pendek. Untuk masing-masing ada pertanyaan khas yang bisa kamu antisipasi. Pada pengumuman, biasanya ditanya kepada siapa teks ditujukan dan apa tindakan yang diminta. Pada narasi, ditanya urutan kejadian dan sifat tokoh. Pada teks argumentatif, ditanya sikap penulis.
Nasihat paling praktis untuk sesi ini: jangan berhenti pada kata yang tidak kamu kenal. Baca kalimatnya utuh dulu. Sebagian besar kata sulit di teks ujian bisa ditebak maknanya dari kalimat sekitarnya, dan pertanyaan yang memang menanyakan arti kata hampir selalu memberi konteks yang cukup di paragraf yang sama.
Matematika, 25 soal, 75 menit
Sesi Matematika Wajib dan Numerasi punya jumlah soal lebih sedikit dengan durasi sama. Itu bukan kemurahan hati. Soalnya lebih panjang, banyak yang berupa cerita atau data, dan sebagian membutuhkan dua sampai tiga langkah sebelum angka jawabannya keluar.
Materinya berputar di empat wilayah:
- Bilangan: perbandingan, persen, rasio, pola bilangan, operasi bentuk akar dan pangkat
- Aljabar: persamaan dan pertidaksamaan, fungsi, sistem persamaan, barisan dan deret
- Geometri dan pengukuran: bangun datar dan ruang, kesebangunan, trigonometri dasar, koordinat
- Data dan peluang: rata-rata, median, modus, penyajian data, peluang kejadian
Yang menarik, hasil tryout tka.id juga membedah performamu berdasarkan kompetensi, di samping materi. Kompetensi yang dipakai mencakup pengetahuan matematika, representasi, penalaran, pemecahan masalah, dan koneksi antartopik. Rincian per elemen dan per kompetensi ini buatan tka.id sendiri, disusun untuk membantumu membaca hasil.
Manfaatnya nyata saat kamu memperbaiki kelemahan. Dua siswa bisa sama-sama mendapat 60 di Matematika dengan penyebab yang bertolak belakang. Yang satu lemah di Geometri secara materi. Yang lain paham semua materi tapi selalu gagal di kompetensi representasi, yaitu menerjemahkan cerita menjadi model matematika. Cara memperbaikinya jelas berbeda, dan skor tunggal tidak pernah memberi tahu perbedaan itu.
Kenapa tiga mata pelajaran ini yang diwajibkan
Ada logika yang sama di balik ketiganya: semuanya alat, bukan tujuan. Kemampuan membaca teks panjang lalu mengubahnya menjadi pemahaman dipakai di semua bidang, dari hukum sampai kedokteran. Kemampuan memahami teks berbahasa Inggris membuka akses ke sumber belajar yang jumlahnya berkali lipat lebih banyak. Kemampuan menalar dengan angka dan data terpakai bahkan di bidang yang selama ini dianggap tidak berhitung.
Karena itulah ketiganya diuji untuk semua peserta tanpa memandang jurusan di sekolah, sementara kedalaman bidang tertentu diserahkan pada dua mata pelajaran pilihan di hari keempat. Pembagian semacam ini juga membuat skor antarpeserta lebih mudah dibandingkan, karena tiga dari lima mata pelajaran yang dikerjakan sama untuk semua orang.
Mengatur tenaga di tiga hari pertama
Tiga sesi wajib jatuh di tiga hari berbeda, masing-masing 75 menit. Terdengar longgar, tapi jangan tertipu. Dua sesi pertama sangat menuntut konsentrasi membaca, dan kelelahan membaca terasa berbeda dari kelelahan menghitung. Kalau kamu terbiasa belajar sambil melompat-lompat antara ponsel dan buku, 75 menit membaca teks panjang tanpa jeda akan terasa jauh lebih berat daripada perkiraanmu.
Latih daya tahan itu secara terpisah dari latihan materi. Sekali seminggu, kerjakan satu sesi penuh tanpa berhenti, tanpa menengok jawaban, tanpa membuka ponsel. Rangkuman materi per topik untuk ketiga mata pelajaran wajib bisa kamu telusuri di halaman materi.
Kalau harus memilih satu hal untuk diperbaiki lebih dulu, mulai dari kecepatan bacamu di sesi Bahasa Indonesia. Sesi itu punya soal terbanyak, teks terpanjang, dan efeknya menular ke Bahasa Inggris karena keterampilannya beririsan.