Ttka.id
← Semua artikel

Level Kognitif LOTS, MOTS, dan HOTS pada Soal TKA

Administrator · 16 Agustus 2026

HOTS bukan berarti soal dengan angka besar atau teks panjang. Tiga level kognitif dijelaskan lewat satu topik yang sama, plus cara berlatih yang berbeda untuk tiap level.

Foto yang beredar di grup orang tua itu memperlihatkan satu soal dengan paragraf tujuh baris. Keterangannya cuma dua kata: HOTS semua. Padahal satu paket soal yang dirancang baik selalu memuat campuran tingkat berpikir, dari yang paling dasar sampai yang paling menuntut, dan panjang paragraf bukan penandanya.

Tiga istilah yang dipakai guru dan penulis soal adalah LOTS, MOTS, dan HOTS — berturut-turut kemampuan berpikir tingkat rendah, menengah, dan tinggi. Ketiganya bukan ukuran kesulitan, melainkan ukuran jenis pekerjaan yang harus dilakukan otak.

Satu topik, tiga versi soal

Paling jelas kalau dilihat pada topik yang sama, misalnya kecepatan.

Versi LOTS: sebuah mobil menempuh 180 km dalam 3 jam. Berapa kecepatan rata-ratanya? Yang diminta adalah mengingat rumus dan melakukan satu pembagian. Jawabannya 60 km per jam.

Versi MOTS: Rani berangkat pukul 06.30 menuju kota yang berjarak 150 km dengan kecepatan rata-rata 60 km per jam. Pukul berapa ia tiba? Rumusnya sama, tapi kamu harus menerjemahkan cerita jadi hitungan, mendapat 2,5 jam, lalu menambahkannya ke waktu berangkat sehingga tiba pukul 09.00.

Versi HOTS: Rani harus tiba di kantor pukul 09.30. Ada dua rute. Rute pertama 150 km lewat tol dengan kecepatan rata-rata 75 km per jam dan biaya tol 85.000. Rute kedua 120 km lewat jalan biasa dengan kecepatan rata-rata 45 km per jam tanpa biaya tol. Jika Rani berangkat pukul 06.30 dan ingin biaya termurah tanpa terlambat, rute mana yang harus dipilih dan berapa sisa waktunya?

Versi ketiga tidak memakai rumus yang lebih rumit. Yang bertambah adalah jumlah langkah, kebutuhan membandingkan dua hasil, dan adanya syarat yang harus dipenuhi. Rute pertama memakan 2 jam sehingga tiba pukul 08.30. Rute kedua memakan sekitar 2 jam 40 menit sehingga tiba sekitar pukul 09.10 dan tetap memenuhi syarat, dengan biaya lebih murah.

HOTS bukan berarti angkanya besar

Ada salah paham yang membuat siswa takut sebelum membaca soal. Soal dengan angka desimal berderet atau teks tujuh paragraf sering dianggap HOTS, padahal bisa saja itu soal LOTS yang cuma dibuat merepotkan. Sebaliknya, soal HOTS bisa sangat pendek: "Dua siswa mendapat nilai rata-rata sama tetapi sebaran nilainya berbeda jauh. Apa yang bisa kamu katakan tentang konsistensi belajar keduanya?"

Penanda HOTS yang lebih andal adalah adanya konteks yang belum pernah kamu temui, keharusan menggabungkan lebih dari satu konsep, dan pertanyaan yang meminta keputusan, penilaian, atau alasan. Kata kerja pada perintahnya juga membantu: sebutkan, tentukan, dan hitunglah cenderung berada di level bawah; terapkan dan gunakan di level menengah; bandingkan, analisis, nilai, simpulkan, dan rancang di level atas.

Porsi tiap level belum diumumkan

Berapa persen soal HOTS di tiap bagian TKA bukan angka yang bisa dipastikan dari luar. Aturan yang menjadi dasar pelaksanaan, yaitu Kepmendikdasmen 95/M/2025 beserta Perkaban BSKAP 045/H/AN/2025 untuk SMA dan SMK serta 047/H/AN/2025 untuk SD dan SMP, mengatur kerangka penyelenggaraannya. Rincian komposisi level kognitif per bagian belum diumumkan secara terbuka, jadi angka apa pun yang beredar sebaiknya diperlakukan sebagai perkiraan orang, bukan ketetapan.

Yang bisa dipegang: paket soal yang baik tidak pernah seluruhnya HOTS, karena tes semacam itu gagal membedakan siswa di kelompok tengah dan bawah.

Membaca level lewat rapor hasil

Rapor di tka.id memecah skor per kompetensi. Untuk matematika, kompetensinya pengetahuan matematika, representasi, penalaran, pemecahan masalah, dan koneksi matematis. Dua yang pertama kira-kira sejajar dengan tuntutan level bawah, tiga sisanya condong ke level atas. Untuk bahasa, urutannya pemahaman tekstual, pemahaman inferensial, lalu evaluasi dan apresiasi.

Pola yang sering muncul: skor pengetahuan matematika 80, pemecahan masalah 45. Anak seperti ini tidak perlu mengulang rumus. Ia perlu latihan menerjemahkan cerita menjadi model.

Ciri soal level atas yang bisa dikenali sekilas

Beberapa tanda muncul berulang. Soalnya menyediakan dua pilihan atau dua keadaan untuk dibandingkan. Ada syarat yang harus dipenuhi, misalnya batas waktu, batas biaya, atau batas kapasitas. Ada data yang tidak terpakai. Pertanyaannya memakai frasa seperti "paling tepat", "paling menguntungkan", atau "apa yang tidak dapat disimpulkan".

Tanda terakhir itu yang paling sering dilewatkan. Pertanyaan tentang apa yang tidak bisa ditarik dari sebuah data adalah bentuk HOTS yang sering hadir pada soal bergrafik, dan menuntut kamu mengenali batas informasi, bukan mengingat isinya.

Yang bukan tanda HOTS: angka yang tidak bulat, teks yang panjang, dan nama-nama asing. Ketiganya cuma membuat soal terasa berat di mata, bukan di kepala.

Kalau macet di soal level atas

Soal HOTS jarang selesai dengan cara ditatap. Yang menolong adalah memecahnya menjadi pertanyaan-pertanyaan kecil yang masing-masing berada di level bawah. Pada contoh dua rute tadi, pertanyaan kecilnya: berapa lama rute pertama, berapa lama rute kedua, pukul berapa tiba di masing-masing rute, dan mana yang lebih murah. Empat pertanyaan sederhana, satu keputusan.

Kebiasaan memecah ini juga menolong saat kamu kehabisan waktu. Jawaban yang dibangun dari dua pertanyaan kecil yang sudah selesai tetap lebih baik daripada tebakan buta.

Cara berlatih yang beda tiap level

Level bawah dilatih dengan pengulangan pendek dan sering. Sepuluh soal hitungan langsung tiap hari lebih berguna daripada lima puluh soal sekali seminggu.

Level menengah dilatih dengan soal cerita, dan syaratnya satu: tulis dulu apa yang diketahui, apa yang ditanya, dan satuan yang diminta, sebelum menghitung.

Level atas dilatih dengan cara yang paling jarang dilakukan siswa, yaitu menjelaskan jawaban dengan suara keras kepada orang lain. Kalau kamu bisa menerangkan kenapa rute kedua yang dipilih dan apa syarat yang membuatnya lolos, kamu sudah berada di tempat yang dituju soal HOTS.

Dan kalau foto semacam tadi beredar lagi di grup itu, hitung dulu langkah soalnya sebelum ikut cemas. Soal dengan paragraf tujuh baris yang ujungnya cuma menuntut satu pembagian tetap soal level bawah, sepanjang apa pun ia terlihat di layar.

Artikel lainnya