Ttka.id
← Semua artikel

Contoh Soal Ekonomi TKA SMA sebagai Mata Pelajaran Pilihan

Administrator · 16 Agustus 2026

Contoh soal Ekonomi TKA SMA dari empat elemen materinya, yaitu Mikroekonomi, Makroekonomi, Akuntansi, dan Ekonomi Internasional, beserta pembahasan langkah demi langkah.

Banyak siswa memilih Ekonomi karena mengira soalnya hafalan. Begitu masuk ruang ujian, kenyataannya lain: sebagian besar butir menuntut perhitungan atau pembacaan data, bukan sekadar menyebut definisi.

Ekonomi sebagai mata pelajaran pilihan mendapat 25 soal dalam 60 menit, dengan materi yang terbagi ke empat elemen: Mikroekonomi, Makroekonomi, Akuntansi, dan Ekonomi Internasional. Satu contoh dari tiap elemen berikut memperlihatkan bentuk soal yang perlu kamu antisipasi.

Mikroekonomi

Harga sebuah produk naik dari 10.000 rupiah menjadi 12.000 rupiah. Jumlah yang diminta turun dari 500 unit menjadi 450 unit. Sifat permintaan produk tersebut adalah...

A. elastis, dengan koefisien 2 B. inelastis, dengan koefisien 0,5 C. elastis uniter, dengan koefisien 1 D. inelastis sempurna, dengan koefisien 0

Jawaban: B. Perubahan harga adalah 2.000 dibagi 10.000, yaitu 20 persen. Perubahan jumlah yang diminta adalah 50 dibagi 500, yaitu 10 persen.

Koefisien elastisitas adalah persentase perubahan jumlah dibagi persentase perubahan harga, yaitu 10 dibagi 20 sama dengan 0,5. Karena nilainya di bawah 1, permintaan bersifat inelastis, artinya pembeli tidak terlalu menyesuaikan jumlah belinya ketika harga naik.

Jebakan pada soal semacam ini adalah membalik posisi pembilang dan penyebut. Yang dibagi selalu perubahan jumlah, bukan perubahan harga.

Makroekonomi

Indeks harga konsumen sebuah negara tercatat 120 pada akhir tahun lalu dan 126 pada akhir tahun ini.

PernyataanBenarSalah
Laju inflasi tahun ini 5 persenx
Laju inflasi tahun ini 6 persenx
Harga secara umum mengalami kenaikanx
Daya beli uang meningkat pada tahun inix

Laju inflasi dihitung dari selisih indeks dibagi indeks tahun sebelumnya, yaitu 6 dibagi 120 sama dengan 0,05 atau 5 persen. Angka 6 persen muncul kalau kamu keliru memakai selisih indeks langsung sebagai persentase.

Baris terakhir salah karena inflasi berarti harga umum naik, sehingga sejumlah uang yang sama membeli lebih sedikit barang. Daya beli menurun, bukan meningkat.

Akuntansi

Sebuah usaha memiliki total aset 250 juta rupiah dan total liabilitas 90 juta rupiah. Pemilik kemudian menyetor tambahan modal 40 juta rupiah secara tunai.

Pertanyaan: berapa ekuitas setelah penyetoran tersebut, dalam juta rupiah? Tulis angkanya saja.

Jawaban: 200. Sebelum penyetoran, ekuitas adalah aset dikurangi liabilitas, yaitu 250 dikurangi 90 sama dengan 160 juta rupiah.

Setoran modal tunai menambah aset sebesar 40 juta sekaligus menambah ekuitas sebesar 40 juta, sementara liabilitas tidak berubah. Ekuitasnya menjadi 160 ditambah 40, yaitu 200 juta rupiah.

Kunci mengerjakan soal persamaan dasar akuntansi adalah selalu memeriksa dua sisi. Setiap transaksi menyentuh sedikitnya dua akun, dan jika hanya satu sisi yang kamu ubah, persamaannya pasti tidak seimbang.

Ekonomi Internasional

Seorang eksportir menerima pembayaran 24.000 dolar Amerika Serikat. Bank menetapkan kurs jual 16.200 rupiah dan kurs beli 16.000 rupiah per dolar. Berapa rupiah yang diterima eksportir jika seluruh dolar ditukarkan di bank tersebut?

A. 374.400.000 B. 384.000.000 C. 388.800.000 D. 400.000.000

Jawaban: B. Ketika nasabah menjual mata uang asing kepada bank, yang berlaku adalah kurs beli bank, yaitu 16.000 rupiah per dolar. Hasilnya 24.000 dikali 16.000 sama dengan 384.000.000 rupiah.

Aturan yang perlu kamu hafal betul: kurs jual dipakai saat bank menjual valuta asing kepadamu, dan kurs beli dipakai saat bank membelinya darimu. Nasabah selalu berada di sisi yang kurang menguntungkan, dan soal jenis ini hampir selalu menyediakan pilihan jawaban yang memakai kurs keliru.

Istilah yang wajib kamu bedakan

Beberapa pasangan istilah menjadi sumber kesalahan yang berulang tiap tahun. Kurs jual dan kurs beli sudah dibahas di atas. Selain itu ada inflasi dan deflasi, apresiasi dan depresiasi mata uang, neraca perdagangan dan neraca pembayaran, serta biaya tetap dan biaya variabel.

Pasangan seperti itu paling sering muncul dalam bentuk tabel pernyataan, dan satu baris yang tertukar arah langsung memotong perolehanmu. Cara tercepat menguncinya di ingatan adalah menuliskan definisinya dengan kalimatmu sendiri, lalu memberi satu contoh angka untuk masing-masing. Kalimat yang disalin dari buku jarang bertahan sampai hari ujian.

Bagian yang menentukan skormu

Perhatikan bahwa keempat contoh di atas menuntut hitungan, dan tidak satu pun bisa dijawab dengan menghafal definisi. Kalau cara belajarmu selama ini berhenti pada mencatat pengertian, sesi Ekonomi akan terasa jauh lebih berat daripada perkiraan.

Latihan yang paling cepat berdampak adalah mengulang jenis perhitungan yang berulang tiap tahun: elastisitas, indeks harga dan inflasi, pendapatan nasional, persamaan dasar akuntansi, jurnal umum, serta konversi kurs. Enam jenis itu saja sudah mencakup bagian besar dari soal hitungan.

Rapor tryout tka.id memisahkan hasilmu per elemen tersebut sekaligus per kompetensi pemahaman konsep, aplikasi, dan penalaran. Pemisahan itu buatan tka.id sendiri, tetapi cukup berguna untuk melihat apakah kelemahanmu terletak pada materi tertentu atau pada cara soal disajikan.

Coba satu hal sederhana minggu ini: kerjakan sepuluh soal hitungan Ekonomi dengan stopwatch, dan catat berapa yang salah karena salah rumus dibanding berapa yang salah karena salah baca soal. Perbandingan itu menentukan apa yang perlu kamu perbaiki lebih dulu.

Artikel lainnya