Ttka.id
← Semua artikel

Contoh Soal Bahasa Indonesia TKA SD dan Pembahasannya

Administrator · 16 Agustus 2026

Dua bacaan setingkat TKA SD, satu teks informasi dan satu teks fiksi, dengan enam soal dan pembahasan yang menjelaskan cara menemukan jawabannya di dalam teks.

Soal Bahasa Indonesia di TKA SD selalu menempel pada bacaan. Anak tidak akan diminta menjelaskan definisi kalimat efektif tanpa konteks; ia diberi teks, lalu diuji apakah benar-benar memahaminya. Dua bacaan berikut dibuat menyerupai panjang dan tingkat kesulitan yang biasa dipakai untuk kelas 6.

Bacaan pertama: teks informasi

Bank Sampah di SD Nusa Indah

Sejak Januari 2026, SD Nusa Indah menjalankan bank sampah setiap Jumat pagi. Murid membawa botol plastik, kertas bekas, dan kaleng dari rumah. Petugas dari kelas 6 menimbang, mencatat, lalu memasukkan nilainya ke buku tabungan tiap kelas.

Pada bulan pertama, sampah yang terkumpul hanya 42 kilogram. Bulan keempat angkanya naik menjadi 155 kilogram. Menurut Bu Rina, guru pendamping, kenaikan itu terjadi setelah setiap kelas menempelkan grafik hasil timbangan di pintu kelas masing-masing. Uang tabungan dipakai membeli pot dan bibit untuk taman sekolah.

Bank sampah juga mengubah kebiasaan. Kantin sekolah kini melarang sedotan plastik, dan murid membawa botol minum sendiri.

Soal 1

Berapa kilogram selisih sampah yang terkumpul antara bulan pertama dan bulan keempat?

Pembahasan. Angkanya tertulis langsung di teks: 42 kilogram dan 155 kilogram. Selisihnya 155 dikurangi 42 sama dengan 113 kilogram. Pertanyaan seperti ini menguji ketelitian membaca, bukan penalaran. Anak yang terburu-buru kadang menjawab 155 karena hanya menangkap angka terakhir yang dibacanya.

Soal 2

Menurut teks, apa yang menyebabkan jumlah sampah terkumpul meningkat?

A. Kantin melarang sedotan plastik B. Setiap kelas menempelkan grafik hasil timbangan C. Uang tabungan dipakai membeli bibit D. Petugas bank sampah berasal dari kelas 6

Pembahasan. Jawabannya B. Kalimat kuncinya adalah pernyataan Bu Rina bahwa kenaikan terjadi setelah grafik ditempel di pintu kelas. Pilihan A, C, dan D memang disebut dalam teks, tetapi tidak dinyatakan sebagai penyebab kenaikan. Inilah jebakan yang paling sering dipakai: semua pilihan benar sebagai fakta, hanya satu yang benar sebagai jawaban pertanyaan.

Soal 3 — tandai Benar atau Salah

  1. Bank sampah SD Nusa Indah dilaksanakan setiap hari.
  2. Hasil tabungan dipakai untuk keperluan taman sekolah.
  3. Semua murid di sekolah itu sudah membawa botol minum sendiri.

Pembahasan. Pernyataan 1 Salah, karena teks menyebut setiap Jumat pagi. Pernyataan 2 Benar, disebut pada paragraf kedua. Pernyataan 3 Salah — teks menulis "murid membawa botol minum sendiri" tanpa kata semua, sehingga menyatakan seluruhnya sudah melakukan itu berarti menambahkan sesuatu yang tidak ada di teks. Kata seperti semua, selalu, dan tidak pernah patut dicurigai pada bentuk soal ini.

Bacaan kedua: teks fiksi

Payung Wina

Hujan turun deras ketika bel pulang berbunyi. Wina berdiri di teras sekolah, menggenggam payung kuning pemberian neneknya. Di sebelahnya, Rangga menatap gerimis sambil menggigil, tasnya dipeluk di depan dada.

"Rumahmu jauh?" tanya Wina.

Rangga mengangguk. "Dua belokan setelah pasar."

Wina menimbang sebentar. Rumahnya sendiri hanya tiga rumah dari gerbang sekolah. Ia menyodorkan payung itu. "Pakai saja. Besok kembalikan."

Rangga ragu, tetapi Wina sudah berlari menembus hujan, sepatunya berdenyit di genangan. Ia tertawa keras-keras sepanjang jalan pulang.

Soal 4

Bagaimana watak Wina berdasarkan cerita di atas?

Pembahasan. Jawaban yang tepat: peduli dan tidak perhitungan. Yang penting di sini adalah dasarnya. Watak itu tidak ditulis penulis dengan kata "Wina anak yang baik hati". Anak harus menyimpulkannya dari perbuatan: menawarkan payung pada teman yang rumahnya jauh, padahal rumahnya sendiri dekat, lalu berlari hujan-hujanan tanpa mengeluh. Menyimpulkan watak dari tindakan tokoh adalah salah satu jenis pertanyaan yang paling sering muncul.

Soal 5

Mengapa Wina memberikan payungnya kepada Rangga?

A. Karena payung itu sudah rusak B. Karena Wina takut kehujanan C. Karena rumah Wina jauh lebih dekat daripada rumah Rangga D. Karena Rangga meminjamnya

Pembahasan. Jawabannya C. Teks menyebut rumah Wina hanya tiga rumah dari gerbang, sedangkan rumah Rangga dua belokan setelah pasar. Rangga sendiri tidak pernah meminta, jadi pilihan D gugur.

Soal 6

Pesan yang bisa dipetik dari cerita tersebut adalah ...

Pembahasan. Jawaban yang diterima berkisar pada gagasan menolong teman yang lebih membutuhkan, meski harus sedikit repot. Untuk pertanyaan jenis ini, yang dinilai bukan kalimatnya persis sama dengan kunci, melainkan apakah pesan yang disebut anak benar-benar berakar pada isi cerita. Pesan seperti "jangan lupa membawa payung" akan dianggap kurang tepat karena hanya menyentuh permukaan.

Coba kerjakan hal serupa di rumah dengan bahan yang ada. Ambil satu cerita pendek dari buku anak, lalu ajukan tiga pertanyaan: satu yang jawabannya tertulis, satu yang harus disimpulkan, dan satu tentang pendapat beserta alasannya. Lima belas menit sudah cukup, dan tidak perlu menunggu buku latihan khusus datang. Bentuk soal yang lengkap bisa dicoba lewat tryout.

Artikel lainnya