Aturan Selama Ujian TKA Berlangsung, dari Masuk Ruang sampai Keluar
Urutan yang berlaku di ruang ujian TKA: kehadiran, tempat duduk sesuai daftar, larangan komunikasi dan perangkat, izin keluar ruang, sampai aturan mengumpulkan lebih awal yang tidak bisa dibatalkan.
Pukul 07.00, peserta sesi pertama sudah diminta berada di sekolah meski ujian baru mulai 07.30. Setengah jam itu bukan basa-basi. Di situlah daftar hadir ditandatangani, tas dititipkan, tata tertib dibacakan, dan peserta duduk sesuai denah.
Urutan berikutnya kurang lebih sama di banyak penyelenggaraan berbasis komputer. Yang mengikat untuk sesimu tetap tata tertib resmi dari sekolah, dan kalau ada perbedaan, ikuti yang dibacakan pengawas.
Sebelum aba-aba mulai
Peserta masuk membawa kartu peserta dan alat tulis seperlunya. Tas, buku, jaket tebal, dan barang pribadi lain umumnya dititipkan di bagian depan ruang atau di luar.
Tempat duduk mengikuti denah, bukan pilihan sendiri. Denah ini bukan formalitas: nomor komputer dipakai untuk mencocokkan akun, dan kalau ada gangguan teknis, proktor mencari berdasarkan nomor itu.
Akun untuk masuk dibagikan panitia. Jangan pernah memberikannya ke orang lain, sekalipun sahabatmu, sekalipun alasannya sepele. Setiap aktivitas tercatat di sistem, dan yang paling rugi kalau akun dipakai orang lain adalah pemilik akunnya.
Sebelum menekan mulai, luangkan sepuluh detik memastikan nama, sekolah, dan mata pelajaran yang tertera di layar benar. Salah data lebih mudah ditangani sebelum waktu berjalan.
Selama waktu berjalan
Bicara dengan peserta lain dilarang, termasuk berbisik dan termasuk soal yang kelihatannya tidak penting. Kalau ada keperluan, angkat tangan dan bicara dengan pengawas.
Ponsel, jam tangan pintar, dan alat komunikasi lain tidak boleh ada di dekatmu. Benda yang berbunyi di saku sudah cukup jadi masalah walaupun tidak kamu sentuh.
Membuka tab atau aplikasi lain di komputer ujian tidak diperbolehkan. Begitu pula memotret layar dengan cara apa pun. Memotret dan menyebarkan soal termasuk pelanggaran berat karena merusak keadilan ujian bagi peserta sesi berikutnya, dan sanksinya bisa sampai pembatalan hasil.
Kertas buram biasanya disediakan pengawas dan ditarik kembali setelah sesi selesai. Jangan membawa kertas sendiri kecuali diizinkan tertulis, karena kertas dari luar mudah dicurigai sebagai catatan.
Kalau ada masalah teknis, apa pun bentuknya, angkat tangan. Jangan mencoba memperbaiki sendiri dengan memuat ulang halaman berkali-kali atau berpindah komputer.
Untuk keluar ruang, misalnya ke toilet, mintalah izin. Umumnya hanya satu peserta yang boleh keluar dalam satu waktu dan sering ditemani petugas. Ingat, waktu ujian mengikuti jam server dan terus berjalan selama kamu keluar. Karena itu, urus keperluan itu sebelum sesi dimulai.
Mengumpulkan sebelum waktu habis
Selesai lebih cepat bukan prestasi, dan tergesa mengumpulkan adalah salah satu penyesalan paling umum.
Di ruang ujian tka.id, layar konfirmasi sebelum mengumpulkan menampilkan hitungan soal yang masih kosong, yang baru terisi sebagian, dan yang kamu tandai ragu. Baca angka itu dulu. Soal terisi sebagian biasanya berasal dari bentuk tabel kategori yang beberapa barisnya belum dinilai benar atau salah, dan tiap baris yang dibiarkan kosong berarti peluang yang dibuang.
Setelah pengumpulan dikonfirmasi, pekerjaan tidak bisa dibuka lagi. Tidak ada mekanisme membatalkan. Jadi kalau masih ada waktu tersisa lima menit, gunakan untuk menyisir nomor kosong, bukan untuk keluar lebih dulu.
Karena tidak ada pengurangan nilai untuk jawaban salah pada bentuk pilihan ganda biasa, mengisi tebakan tetap lebih baik daripada membiarkan kosong.
Kalau ada kondisi khusus
Peserta yang rutin minum obat, memakai alat bantu dengar, punya riwayat asma, atau sedang dalam pemulihan cedera sebaiknya menyampaikannya ke panitia sebelum hari ujian, bukan di depan pintu ruang.
Alasannya praktis. Panitia bisa menyiapkan tempat duduk yang lebih mudah dijangkau, memberi izin membawa obat ke meja, atau menempatkan peserta di ruang yang dekat dengan pintu. Semua itu butuh pengaturan denah, dan denah disusun sebelum hari-H.
Sampaikan lewat wali kelas dengan keterangan tertulis dari orang tua atau dokter bila ada. Menyembunyikannya karena malu justru berisiko: peserta yang tiba-tiba sesak di menit ke-30 menyulitkan dirinya sendiri sekaligus mengganggu seluruh ruangan.
Setelah keluar ruang
Peserta yang sudah selesai umumnya diminta meninggalkan area ujian, tidak berkerumun di depan ruang yang masih dipakai, dan tidak membicarakan isi soal. Alasannya sederhana: sesi berikutnya belum mengerjakan.
Menceritakan soal ke adik kelas, memasang tangkapan layar di media sosial, atau membalas pertanyaan di grup adalah jenis pelanggaran yang paling sering terjadi karena tidak terasa seperti pelanggaran. Padahal jejaknya paling gampang ditelusuri.
Yang sering luput
Dua hal kecil yang berulang kali menimbulkan masalah.
Pertama, peserta lupa membaca lembar tata tertib yang dibagikan sekolah, lalu mengandalkan informasi dari kakak kelas yang mengikuti ujian dengan aturan tahun lain. Aturan berubah. Kerangkanya sendiri berpijak pada Kepmendikdasmen 95/M/2025 serta Perkaban BSKAP 045/H/AN/2025 untuk SMA dan SMK dan 047/H/AN/2025 untuk SD dan SMP, sedangkan petunjuk pelaksanaannya diturunkan panitia.
Kedua, peserta tidak menanyakan apa yang belum jelas saat gladi bersih, padahal itu waktu paling murah untuk bertanya. Daftar pertanyaan kecil yang layak diajukan di sana sudah dirinci di tulisan soal gladi bersih. Yang penting, ajukan di sana, bukan di depan pintu ruang ujian pada pagi hari-H.
Kalau kamu hanya mengingat satu hal dari semua ini, ingat yang ini: apa pun yang terasa aneh di ruang ujian, angkat tangan. Pengawas ada di situ memang untuk itu.