Ttka.id
← Semua artikel

Apakah TKA Bisa Diulang Kalau Nilainya Kurang Memuaskan?

Administrator · 16 Agustus 2026

Jadwal resmi TKA SMA 2026 hanya menyediakan satu periode ujian utama, yaitu 26 Oktober sampai 8 November 2026. Mekanisme mengulang atau ujian susulan belum diumumkan, sedangkan tryout memang bisa diulang berkali-kali.

Jawaban singkatnya: untuk musim 2026, tidak ada periode ujian ulang yang diumumkan.

Jadwal resmi TKA SMA 2026 menyebut tiga tahap saja. Pendaftaran berlangsung 27 Juli sampai 27 September 2026. Gladi bersih 5 sampai 18 Oktober 2026. Ujian utama 26 Oktober sampai 8 November 2026. Tidak ada tahap keempat bernama ujian ulang di dalam rangkaian tersebut.

Untuk SD dan SMP, musim berikutnya diperkirakan berlangsung sekitar Maret sampai April 2027. Kata "diperkirakan" ditulis dengan sengaja: tanggal resminya belum diumumkan, jadi jangan menyusun rencana ketat berdasarkan perkiraan itu.

Gladi bersih bukan kesempatan kedua

Banyak yang mengira gladi bersih pada 5 sampai 18 Oktober adalah percobaan yang nilainya bisa dipakai kalau ternyata bagus. Bukan begitu fungsinya. Gladi bersih ada untuk memastikan perangkat, jaringan, akun, dan tata cara masuk ruang ujian berjalan lancar. Hasilnya tidak dilaporkan sebagai nilai.

Justru karena itu gladi bersih tidak boleh dilewati. Masalah yang paling sering menggagalkan peserta bukan soal yang sulit, melainkan hal teknis: browser tidak kompatibel, akun belum aktif, laptop mati di tengah sesi, atau lokasi ujian yang ternyata sinyalnya lemah. Semua itu bisa ditemukan lebih awal saat gladi bersih dan masih ada waktu delapan hari sebelum ujian utama dimulai.

Bagaimana kalau berhalangan saat jadwal ujian?

Rentang 26 Oktober sampai 8 November 2026 cukup panjang, dua pekan, karena penyelenggaraan dibagi ke beberapa sesi dan hari. Bagi peserta SMA, mata pelajaran memang tersebar di beberapa hari berbeda, bukan diborong dalam satu hari.

Ketentuan mengenai peserta yang sakit atau berhalangan pada hari yang dijadwalkan diatur oleh penyelenggara di tingkat satuan pendidikan. Sampai saat ini rincian mekanisme susulan belum diumumkan secara terbuka. Yang paling aman: kalau ada kemungkinan bentrok dengan agenda lain, tanyakan langsung ke panitia di sekolah jauh sebelum hari pelaksanaan, bukan sehari sebelumnya.

Dasar hukum penyelenggaraannya ada pada Kepmendikdasmen 95/M/2025, dengan aturan teknis pada Perkaban BSKAP 045/H/AN/2025 untuk SMA dan SMK serta 047/H/AN/2025 untuk SD dan SMP. Kalau ada informasi beredar di grup pesan yang bertentangan dengan dokumen-dokumen itu, perlakukan sebagai kabar burung sampai ada pengumuman resmi.

Ikut lagi tahun depan, bagaimana?

Pertanyaan lanjutan yang wajar: kalau tahun ini hasilnya kurang, apakah bisa ikut lagi di musim berikutnya? Ketentuan tentang siapa saja yang berhak mendaftar pada musim berikutnya belum diumumkan, termasuk untuk lulusan tahun sebelumnya. Menunggu pengumuman resmi jauh lebih bijak daripada menyimpulkan sendiri dari kebiasaan seleksi lain.

Karena itu, cara paling masuk akal memperlakukan TKA 2026 adalah menganggapnya satu kesempatan yang perlu disiapkan serius, bukan babak penyisihan yang bisa diulang seminggu kemudian.

Menyiapkan satu kesempatan, bukan tiga

Kalau kesempatannya memang satu, cara menyiapkannya berbeda dari menyiapkan sesuatu yang bisa diulang.

Urutan garapan berubah lebih dulu. Peserta yang merasa masih punya kesempatan lain cenderung menunda persiapan mapel yang paling dibenci, dan kesempatan tunggal menghapus kemewahan itu. Mapel terlemah justru digarap paling awal, bukan paling akhir.

Cadangan teknis ikut naik kelas. Siapkan lebih dari satu jalur: perangkat kedua kalau memungkinkan, sumber listrik yang pasti, dan rencana lokasi kalau jaringan di rumah bermasalah. Pastikan pula akun dan kata sandi tersimpan di tempat yang bisa diakses saat gugup.

Cadangan waktu menyusul di urutan terakhir. Datang tiga puluh menit lebih awal terdengar berlebihan sampai ada satu hal kecil yang meleset, misalnya nomor ruang yang berubah.

Yang memang bisa diulang sesering mungkin

Tryout. Di sinilah pengulangan punya tempat, dan justru di sinilah letak manfaat terbesarnya.

Mengulang tryout ada seninya. Mengerjakan paket yang sama dua kali dalam sepekan hampir tidak berguna, karena yang terukur berubah jadi daya ingat terhadap soal, bukan kemampuan. Yang lebih berguna: paket berbeda, jarak satu sampai dua pekan, dengan sesi belajar terarah di antaranya.

Pola yang banyak dipakai kira-kira begini. Kerjakan satu paket lengkap dalam kondisi mirip ujian sungguhan, artinya waktu penuh, ponsel disingkirkan, tanpa jeda tambahan. Baca rapor per elemen, ambil dua elemen dengan persentase terendah. Habiskan satu setengah minggu untuk dua elemen itu saja. Kerjakan paket berikutnya, lalu bandingkan dua elemen tadi, bukan totalnya.

Kalau dua elemen itu naik sementara total stagnan, latihannya tetap berhasil. Total sering bergerak lambat karena kenaikan di satu bagian tertutup oleh penurunan kecil di bagian lain.

Tiga hal yang menghabiskan nilai tanpa berkaitan dengan penguasaan materi

Pertama, waktu. Peserta yang terlalu lama di sepuluh nomor pertama sering meninggalkan lima nomor terakhir kosong, dan nomor kosong memotong nilai tanpa ada hubungannya dengan penguasaan materi. Kebiasaan itu baru ketahuan kalau tryout dikerjakan dengan timer menyala sampai habis, bukan dijeda begitu soalnya terasa berat.

Kedua, salah baca perintah. Soal pilih beberapa jawaban memberi nilai sebagian dan memotong bila ada opsi salah yang ikut ditandai, sehingga menandai semua opsi malah merugikan.

Ketiga, panik teknis. Peserta yang belum pernah melihat tampilan ruang ujian akan menghabiskan sepuluh menit pertama untuk beradaptasi. Itu alasan lain kenapa gladi bersih dan tryout perlu dijalani dengan sungguh-sungguh.

Ambil satu paket lengkap di halaman tryout sekarang, kerjakan dengan timer menyala, dan catat berapa nomor yang tersisa saat waktu habis. Angka itu biasanya lebih mengejutkan daripada skornya sendiri.

Artikel lainnya