Apakah Nilai TKA SD Memengaruhi Masuk SMP?
Sampai sekarang belum ada pengumuman resmi bahwa nilai TKA SD dipakai sebagai syarat penerimaan murid baru SMP. Jalur penerimaan SMP negeri masih memakai ketentuan daerah.
Jawaban jujurnya: belum ada pengumuman resmi yang menyatakan nilai TKA SD dipakai untuk seleksi masuk SMP.
Kalimat itu mungkin mengecewakan karena tidak tegas ke salah satu sisi, tetapi menyebut hal lain sekarang berarti menebak. Yang sudah terbit baru kerangkanya. Kepmendikdasmen 95/M/2025 menjadi payungnya, sedangkan sisi teknis untuk SD dan SMP diatur Perkaban BSKAP 047/H/AN/2025. Bagaimana hasilnya nanti dipakai, dan oleh siapa, masih menunggu penjelasan lanjutan.
Yang bisa dipegang sekarang tentang penerimaan SMP
Penerimaan murid baru SMP negeri sejauh ini berjalan lewat beberapa jalur: jalur berdasarkan jarak tempat tinggal ke sekolah, jalur afirmasi untuk keluarga kurang mampu dan anak berkebutuhan khusus, jalur prestasi, serta jalur perpindahan tugas orang tua. Bobot dan rincian tiap jalur ditetapkan pemerintah daerah, sehingga aturannya bisa berbeda antara satu kabupaten atau kota dengan yang lain.
Karena itu, satu-satunya sumber yang benar-benar mengikat adalah pengumuman dinas pendidikan di daerah Ayah dan Bunda pada tahun anak mendaftar. Aturan tahun lalu pun belum tentu sama dengan tahun ini.
Untuk SMP swasta, jalurnya lain lagi. Banyak sekolah swasta punya tes masuk sendiri, wawancara, atau melihat rapor kelas 4 sampai 6. Beberapa di antaranya mungkin saja kelak meminta hasil TKA sebagai bahan pertimbangan tambahan, sebagaimana sebagian sekolah meminta nilai rapor. Itu keputusan masing-masing sekolah, bukan aturan nasional.
Bandingkan dengan yang terjadi di jenjang SMA
Di jenjang SMA, TKA memang diposisikan sebagai salah satu bahan pertimbangan untuk jalur ke perguruan tinggi. Jadwalnya pun sudah jelas: pendaftaran 27 Juli sampai 27 September 2026, gladi bersih 5 sampai 18 Oktober, dan ujian utama 26 Oktober sampai 8 November 2026.
Yang perlu dihindari adalah menyalin logika itu mentah-mentah ke SD. Situasinya berbeda. Perpindahan dari SD ke SMP masih bertumpu pada wajib belajar dan ketersediaan kursi di dekat rumah, bukan pada seleksi kemampuan akademik ketat. Untuk SD dan SMP sendiri, musim tes berikutnya diperkirakan jatuh pada Maret sampai April 2027 — perkiraan, bukan tanggal resmi.
Lalu untuk apa anak mengerjakannya
Ada tiga kegunaan yang tidak bergantung pada dipakai atau tidaknya nilai itu untuk pendaftaran SMP.
Pertama, potret kemampuan. Rapor sekolah dinilai guru yang mengenal anak, dengan standar yang berbeda antarsekolah. Tes berstandar sama memberi gambaran lain: bagaimana posisi anak di luar lingkaran kelasnya sendiri. Itu berguna untuk memilih SMP yang tempo belajarnya cocok.
Kedua, peta kelemahan sebelum SMP dimulai. Anak yang skor Bahasa Indonesianya bagus tetapi lemah di kelompok materi Data akan menemui kesulitan yang sama di pelajaran statistika SMP. Mengetahuinya pada April jauh lebih baik daripada mengetahuinya pada rapor tengah semester kelas 7.
Ketiga, pengalaman mengikuti tes berbasis komputer dengan pengatur waktu. Terdengar sepele, tetapi anak yang sudah pernah menjalaninya akan jauh lebih tenang menghadapi asesmen serupa di SMP.
Di tka.id, hasil tryout tidak berhenti pada satu angka. Rinciannya turun sampai ke kelompok materi, jadi kelemahan yang tadi disebut kelihatan letaknya. Bagian ini sepenuhnya fitur tka.id untuk latihan, bukan format penilaian resmi pemerintah. Gambarannya ada di halaman jenjang SD.
Kalau nanti sekolah meminta hasilnya
Andai suatu saat ada SMP yang meminta hasil TKA sebagai berkas tambahan, yang perlu disiapkan bukan nilai tinggi mendadak, melainkan dokumennya rapi: simpan tangkapan layar atau berkas hasil beserta tanggalnya, dan pastikan nama anak tertulis sama persis dengan nama di akta serta kartu keluarga. Selisih satu huruf pada nama pernah membuat berkas pendaftaran tertahan berhari-hari, dan urusan seperti itu selalu muncul pada saat yang paling sibuk.
Hal yang sama berlaku untuk dokumen domisili. Kartu keluarga yang baru diterbitkan beberapa bulan sebelum pendaftaran kadang diperlakukan berbeda oleh panitia daerah. Menanyakannya lebih awal ke sekolah jauh lebih murah daripada memperbaikinya belakangan.
Yang benar-benar menentukan di kelas 7
Guru SMP jarang menanyakan nilai tes anak. Yang langsung terasa di bulan pertama adalah hal lain: kemampuan membaca perintah panjang tanpa dijelaskan ulang, kelancaran perkalian dan pembagian, kebiasaan mencatat, dan keberanian bertanya ketika tidak paham. Anak yang keempat hal itu terpasang akan menyusul cepat, berapa pun skornya di akhir SD.
Cara menyikapi kabar yang beredar
Menjelang musim pendaftaran, biasanya bermunculan tangkapan layar yang menyebut bahwa nilai tertentu menjadi syarat masuk sekolah tertentu. Sebelum ikut cemas, periksa tiga hal: apakah ada kop surat dan nomor dokumen, apakah tanggalnya masuk akal, dan apakah sekolah atau dinas pendidikan setempat mengonfirmasi hal yang sama. Kalau ketiganya tidak terpenuhi, perlakukan sebagai desas-desus.
Sementara menunggu kepastiannya, beberapa hal sudah bisa dikerjakan. Catat jarak rumah ke tiga SMP negeri terdekat. Simpan kartu keluarga beserta tanggal terbitnya. Tanyakan ke wali kelas 6 kapan biasanya pendaftaran di daerah Ayah dan Bunda dibuka. Untuk jalur berbasis domisili, dokumen yang rapi sering lebih menentukan daripada nilai mana pun.